Oops ROB 1 BG Dragbike Championship 2019 : Singaraja kembali bangkit setelah 6 tahun istirahat

0
215
sss

OtomotifZone.com – Singaraja. Bali. Kota Singaraja sebagai ibukota kabupaten Buleleng sontak ramai dan hingar dengan suara knalpot racing minggu lalu (12/5). Ini terjadi di jalan kembar Dewi sartika selatan yang dipakai sebagai sirkuit semi permanen ajang Oops ROB 1 BG Dragbike Championship 2019. Lebih dari 370 starter ikut ambil bagian digelaran yang diprakarsai BG Automotive Club dan JMS68. “ Jalan Dewi sartika ini terakhir dipakai balap sekitar tahun 2013 yang lalu, saat itu dipakai kejurnas Motorprix region 3 “ kenang Totok Suyanto didampingi Putu Jamrud Tresna sebagai penyelenggara.

Jamrud tresna dan Totok komitmen bangkitkan dragbike di BALI


Sukses di seri awal Dragbike di pulau Dewata ini menorehkan dragster Kondang Jatim Adit Coco dan Raka Komang sebagai pemegang puncak klasemen sementara ini. Namun tak semudah itu yang diperoleh kedua dragster tim Wijaya Racing ini, karena di kelas wajib poin banyak rival berat yang mengusik. Sebut saja Alvan Cebong yang kuasai dua kelas poin yakni di Bebek 4tak tak 200 cc, Sport 2 tak 155 cc dan kelas suppoting di 2 tak 140 cc Cebong poin teratas. Sedangkan Adit Coco sukses di poin bebek 4 tak 130 cc, 2 tak sport rangka standart 155 cc dan Matic 200 cc, Keduanya berbeda tipis dalam perolehan poin. Sedangkan rekan se tim Adit yakni Raka Komang bertengger di posisi ke 2 kelas terbuka dan teratas di kelas pemula. Bocah banyuwangi berdarah bali tersebut berjaya di kelas 2 tak standart 116 cc pemula, 4 tak 130 cc pemula . Sedangkan lokal hero dragster Bali Krisna Lena juga meraup untung podium teratas dengan semua kelas tambahan lokal bali. Seperti matik 200 cc lokal Bali, 2 tak 140 cc lokal Bali, bebek 4 tak 200 cc lokal Bali.


Sebenarnya apa yang buat Adit dan Raka berjaya seri awal ini, “ Di kelas Matik 200 cc Mio hanya pakai piston diameter 66 mm, sedangkan bebek 130 cc piston pakai Ø 55,25 mm dengan pengkabutan pakai karburator UMA 30 mm, yang pas spuyer 112/60 (main/pilot). Klep sama seperti yang lain diameter Ø 29/24 (in/ex). “ jelas lugas Aris Wijaya tuner sekaligus manager tim Wijaya Racing Kediri.

Aris-Wijaya-tuner Wijaya Racing Kediri


Korekan yang sebenarnya umum seperti tuner lain tersebut ternyata juga ditopang skill balap dan faktor keberuntungan. Karena meski demikian dikelas terbuka dan pemula catatan waktu tercepat nyaris tak ada beda. Ini menandakan dragster pemula juga mampu bersaing dengan para seniornya. Lantas bagaimana dragster cewek asal Tanggulangin Sidoarjo, Santi Mayangsari kali ini hanya menjadi pengekor dragster pria lainnya utamanya di kelas 2 tak 116 cc pemula dibawah Raka Komang. “ pokoknya zonk ..” sesalnya. Jago di kelas 2 tak 155 cc rangka standart juga miss gear . apa boleh buat ..

Santi MS masih belum beruntung

Baca Juga : https://www.otomotifzone.com/2019/05/13/hasil-lengkap-oops-rob-1-bg-higam-drag-bike-open-2019-singaraja-bali/
Sukses para lokal hero Bali
Penulis dan Foto : DIKi

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.