Panti Racer Family Jadi Wadah Kekeluargaan Pembalap Indonesia Timur

0
3525
sss

OtomotifZone.com РJayapura. Sebagian otozoner di nusantara pasti sudah tidak asing mendengar bahkan melihat tulisan Panti racer pada helem dan Tshirt di setiap gelaran event balap khususnya region Sulawesi dan Papua, namun siapa sangka di balik keunikan nama tersebut ada cerita tersendiri bagi pemilik brand dan rider yang terlibat didalamnya.

Sebut saja Imbar Jaya, Richard Taroreh, Willy Hammer, Syahrul Amin merupakan beberapa rider yang terlibat dan punya andil terbentuknya nama Panti racer family, ketiga rider Indonesia timur tersebut berawal dari kumpul se rumah saat awal karier balap mereka di Kota Jogjakarta, Otozoner pasti bingung dengan panti racer dan panti racer family kan….??? Panti racer adalah nama untuk usaha apparel sedangkan panti racer family sebutan untuk ikatan keluarga para rider yang merantau di daerah, bahkan sebutan panti racer family kini sudah melekat untuk para pengguna brand Panti Racer.
” Awalnya sekitar tahun 2013 kata Panti Racer itu tidak sengaja dan sering di ucapkan oleh Richard dan teman-teman lainnya di rumah kontrakan di Jogja menyebut home base dengan sebutan Panti kalo di tanya oleh teman lainnya, karena kebiasaan akhirnya berkembang dan sepakat lah kita menyebut tempat tinggal kita dengan Panti Racer, secara yang tinggal di kontrakan rata-rata adalah racer,” Buka, Imbar jaya. Owner Panti racer.
Imbar Jaya
Agar bisa di kenal dengan keluarga yang baru di luaran saya iseng-iseng buat stiker untuk di tempel di helem, dan baju kaos untuk kami saja, tapi berlanjut karena banyak teman-teman yang menanyakan stiker dan kaos,di situlah awal mula muncul ide untuk memulai usaha kecil-kecilan yang bisa di komersialkan. Sebenarnya awalnya seperti stiker, topi, jaket, tas dan lainya hanya untuk keperluan perlengkapan teman-teman yang ikut balap.
Yang pastinya tujuan awalnya usaha ini di buat bertujuan untuk membantu racer yang ikut balap dan juga membantu teman-teman yang terkendala di perantauan untuk berprestasi di dunia balap, Untuk saat ini saya juga belum fokus penuh dengan usaha selain masih kendala modal juga sih tapi alhamdulillah masih bisa ada keuntungan biar sedikit, keuntungan penjualan panti racer selain di balikin untuk biaya produksi, saya juga sisihkan untuk nambah uang kontrakan teman-teman di Jogja, kemudian sisanya untuk membantu keperluan teman-teman yang terkendala, doakan tahun depan saya bisa fokus untuk kembangkan usaha ya”imbuhnya.
Sosok Imbar Jaya awal mula datang ke Kota Jogja untuk melanjutkan kuliah, selain rutinitas nya saat itu sebagai mahasiswa imbar sering mengawal rekan-rekannya di tiap gelaran balap untuk mengurusi keperluan perlengkapan pembalapnya, disitulah keterlibatannya memulai memperkenalkan keluarga panti racer dan juga memulai bisnis kecil nya,namun imbar tidak sendiri bisa mengembangkan usahanya tanpa bantuan dan peran serta teman bisnis untuk mewujudkan itu semua.
Richard Taroreh
Gendon (Dragon),Boy, Dua nama yang sangat perperan penting dalam membantu dan mensuport usaha awal Imbar baik dengan mempersiapkan produksi, desain, promo hingga ke penjualan pula, hingga saat ini usahanya bisa di kenal oleh para racer tanah air, Beberapa racer ternama pun ikut membantu, sebut saja Richard Taroreh & Syahrul Amin racer papua yang begitu setia membantu mengembangkan usaha panti racer tersebut melalui promosi dan masukan ide desain,
“Mayoritas pembalap dari timur tinggalnya sama-sama disana kaka dan beberapa dari daerah lainnya seperti Syahrul Amin, Willy Hammer, AM Fadly, Awin Sanjaya, Wawan Wello, Dicky Ersa, dan saya sendiri, kita disana sudah seperti keluarga sendiri, kita juga saling melengkapi kekurangan yang ada saling membantu apalagi nama panti racer maupun panti racer family itu kami semua yang buat secara otomatis ya kita bantu juga semampu kita untuk pengembangan usahanya, selain itu panti racer ini juga banyak membantu kita yang ikut balap dari memenuhi kebutuhan perlengkapan pribadi kita¬† yang di butuhkan yang tidak kita dapatkan dari sponsor panti racer bisa memenuhi itu kaka,” ungkap Richard pembalap bernomor start 179 .
Tapi tidak hanya pembalap dari timur saja yang di bantu perlengkapannya, pokoknya pembalap yang tergabung di panti racer family pastinya lebih di perhatikan, yang jelas saya berharap panti racer tetap mengutamakan persaudaraan dan kekeluargaan kedepannya dan terus saling membantu dan semoga usaha ini bisa lebih berkembang di tahun selanjutnya.” Tutup cerita Richard, melalui telepon.
Berbagi bukan hanya dengan materi saja tetapi saling membatu dan berbagi sebagai saudara penting di jaga adanya semoga ini menjadi inspirasi positif bagi otozoner semua, sukses panti racer family.
Penulis : Alpacino / Photo : Istimewa
Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.