Pastikan Kopling Sepeda Motor Diperiksa dan Di Setel Secara Berkala

0
21
sss

OtomotifZone.com – Bandung. Sepeda motor menjadi salah satu alat transportasi untuk menemani segala aktivitas sehari-hari dan bagi pengguna sepeda motor bertransmisi manual atau kopling yang memiliki teknologi pengembangan bernama assist clutch berfungsi untuk menghilangkan power loss, dan slipper clutch supaya mencegah roda belakang slip ketika menurunkan gigi secara extreme.

Dengan kemajuan teknologi di kopling ini, ada beberapa hal yang harus diketahui dan tidak boleh dilupakan oleh pengguna ataupun para pengendara motor kopling ini. Yaitu cara kerja, komponen dasar dan cara perawatannya agar kopling tersebut bisa tetap bekerja dengan kondisi prima dan sempurna. Maka dari itu jangan lupa dilakukan pemeriksaan dan juga penyetelan secara berkala apalagi ketika servis rutin.

Yang pertama pastikan jarak main bebas handle kopling di kisaran 10 – 20 mm. “Cara penyetelannya dengan melonggarkan mur pengunci, lalu putar mur penyetel hingga di peroleh posisi standar jarak main bebas, setelah itu kencangkan mur pengunci tersebut,” buka Ade Rohman, Technical Service Sub Dept. Head PT Daya Adicipta Motora (DAM).

Sedangkan untuk penyetelan di bagian bawah yang ada di dekat mesin, longgarkan dahulu mur penguncinya dengan cara putar mur penyetel sampai mendekati standar jarak main bebas, lalu kencangkan mur pengunci dan lakukan setelan pada sisi atas dekat handle kopling untuk mendapatkan standar jarak main bebas. “Pastikan kabel kopling bekerja dengan normal, tidak ada serabut kabel yang rusak, terjepit, routing kabel sesuai standar, dan kabel dapat bergerak dengan bebas saat handle kopling ditekan,” ujar Ade.

Pengendara juga bisa menggunakaan feeling apabila kopling berada di setelan normal yaitu saat akan melakukan perpindahan gigi, terasa mulus dan tuas kopling ketika dilepaskan secara berangsur transmisi berjalan mulus dan tidak terasa selip. Namun jika kopling sudah terasa aus, gejala yang timbul terasa saat melakukan perpindahan gigi tidak berjalan mulus, saat akselerasi juga ada selip dan motor kurang tenaga bahkan oli mesin cepat berubah warna atau jadi kotor.

Setelah dilakukan penyetelan kopling, cek kembali sepeda motor dengan cara berdiri dalam posisi di standar tengah. Kemudian hidupkan mesin, tekan handle kopling serta masukan ke gigi 1 dan perhatikan di roda belakang. “Kopling yang normal adalah ketika posisi handlenya ditekan penuh, roda belakang tidak berputar. Sedangkan saat kopling ditekan setengah, roda belakang mulai berputar secara perlahan dan saat kopling dilepas penuh roda belakang akan berputar,” tutup Ade.

Jadi, jangan lupa untuk selali cek secara berkala pastikan kondisi kopling pada sepeda motor tetap normal dan tidak ada kendala.

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.