Penjenjangan Pebalap Cilik Road Race Lebih di Perhatikan, Wawan Angkat Bicara

0
526
Sumber: AHM
sss

OtomotifZone.com – Jakarta. Kalau bicara penjenjangan pebalap cilik, antusias pebalap cilik Indonesia sangat banyak. Tidak sedikit pula pebalap pebalap muda Indonesia yang mampu harumkan nama Indonesia dikancah Internasional. Akan tetapi, apakah perhatian terhadap pembibitan terutama 2019 ini benar?

Hanya bisa terucap dari benak penulis sedikit aneh penjenjangan pebalap cilik. Terutama pada tahun 2019.  Pertanyaan kemana jenjang pebalap Indonesia selanjutnya? Dan ketika ditanya cita cita pebalap kecil itu apa pasti bocah bocah kecil ini ingin seperti idolanya.

Ada yang ingin main di Asia dan mampu harumkan nama Indonesia. Dan tidak sedikit yang juga ingin menjadi pebalap MotoGP seperti idola mereka. Lalu pertanyaan besarnya, motor jenis apa yang digunakan oleh Idola mereka? Motor sport lah yang menjadi tunggannya.

Akan tetapi penjenjangan pebalap di Indonesia yang membuka kelas Ecu STD ini menjadi peralihan. Tidak menyalahkan, tapi ini mungkin sebab karena sudah tidak adanya event  Kejurnas Sport tahun 2019.

Ajang Kejurnas Sport di berhentikan pada awal 2019. Padahal beberapa tim sudah siapkan motor mereka. Dan tahun 2018 menjadi tahun terakhir.

Di tahun 2018, Honda melalui programnya membuka kelas Honda Racing School. Mereka pebalap pebalap cilik lah yang menjadi peserta. Dan dimainkannya kelas sport 150 dan Sport 250 dengan motor standar milik Honda .

Dengan tidak adanya Kejurnas Sport tahun 2019, Honda tetap melakukan penjenjangan di tahun 2019 dengan program sama menggunakan motor NSF100.

Wawan Hermawan yang menjadi pelatih dan mantan pebalap Indonesia ternama juga ikut angkat bicara. Bukan masalah progran Honda, tapi perhatian petinggi Otomotif ini.

Wawan Hermawan saat coaching clinic

” Kondisi kita ( Indonesia) belum kearah ke sana. Tahun 2019 Kejurnas Sport sudah tidak ada. Kalau IMI Bisa arahkan kesana jos mas. Sayang Kejurnas Sport sudah tidak ada. Dunia otomotif juga butuh perhatian IMI mas,” ujar Wawan Hermawan langsung kepada Otomotifzone.

Lanjut pebalap ramah tamah ini,” U12 udah pake semi sport mas menurutku sih masih OK. Anak-anak akan cepat adaptasi ko. Apalagi sekarang di kita ( Honda) ada program AHRS yang memulai pake motor prototipe nsf100.  Anak-anak yang biasa balap pake ayam jago langsung gas nsf100 pun oke mas. Lebih tepatnya saling melengkapi sih,”

Kalau bicara Honda contohnya yang sudah melahirkan banyak pebalap muda berbakat, biasanya mereka punya step step. Seperti contoh Harlian Dandi yang diorbitkan dari Honda Racing School yang kala itu dilombakan di ajang Kejurnas Sport. Dan saat ini pebalap didikan Astra Honda Racing itu main diajang Thailand Telent Cup (TTC).

Setelah itu Honda juga punya program selanjutnya main di Asia Telent Cup. Ada beberapa nama seperti Afridza , Herjun dan beberapa pebalap didikan Honda yang turun. Setelah itu ada pebalap didikan Honda yang main di ARRC di kelas AP250 dan SS600.

Setelah itu jenjang dari orbitan Honda di ARRC naik ke FIM CEV. Dan salah satu pebalap Indonesia ada yang main di Word Champions Moto2. Ajang balap dunia yang juga diikuti pebalap Indonesia dari program Honda.

Jadi apakah tahun 2020 IMI akan membantu jalan keluar semua ini? Kita tunggu saja kabar beritanya hanya di Otomotifzone

Penulis Dewa| Foto Honda

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.