Raih Juara Umum Open di Grasstrack Majalengka, Ini Rahasia Korekan Mesin Yamaha Jupiter Adi Ceto

0
776
sss

Raih Juara Umum Open di Grasstrack Majalengka, Ini Rahasia Korekan Mesin Yamaha Jupiter Adi Ceto

OtomotifiZone.com – Majalengka – Adi Ceto berhasil meraih gelar juara umum kategori Open dengan pacuan Yamaha Jupiter-Z, pada ajang balapan grasstrack di kota Majalengka, Jawa Barat, akhir pekan lalu, (8-9/2/2020). Dengan mengumpulkan total 69 poin yang diraih dari juara pertama di kelas Bebek Modif Open, lalu di kelas Bebek Standar Open dan Sport Trail Open harus puas berada di urutan kedua.

“Alhamdulillah saya dapat meraih gelar juara umum Open ini berkat kerja keras tim, mekanik dan juga kru yang support saya di ajang kali ini. Meskipun kondisi sirkuit agak kurang panjang dan lebar, tapi saya berusaha untuk tetap fight dari gempuran para pembalap lainnya hingga merebut titel juara. Dengan hasil ini kami cukup puas dan membanggakan bagi tim,” ujar Adi Ceto pembalap asal Ciamis dan Toni, manager tim Montana MX 34 Bandung ND Junior HUD Grafik SBRS GP7 milik dari Randi Mardani ini.

Adi Ceto bersama tim Montana MX Bandung

Kuda besi pacuan Adi Ceto ini hasil korekkan dari Ade Abdurahman, mekanik tim yang di buat sesuai karakter dan pembawaan pembalap bernomer start 26 itu. Di putaran bawah dibuat smooth , namun pas di tengah hingga atasnya lebih kuat dan juga galak powernya. Penasaran kan rahasia setingan mesin geberan dari Adi Ceto di kelas Bebek Modif 130 cc Open ini, kupas abis yuk korekannya!

Menyiasati langkah awal pada setingan motor rakitan tahun 2006 ini, Ade langsung pasangkan piston produk BRT ukuran 55,25 mm dengan bagian bibir sehernya ini dibuat mendem 0,5 mm. Lantas kemiringan squish pada kepala silinder di seting 9 derajat, supaya dapat menghasilkan tekanan kompresi 12,8 : 1 agar asupan bahan bakar dari Pertamak Turbo makin lancar.

Sok depan di seting ulang lagi sesuai kondisi lintasannya

Kemudian memperlancar aliran gas bakar tersebut Ade pasang klep dari BRT, dengan ukuran payung klep in 24 mm dan ex 29 mm. Selanjutnya bagian lubang porting di bikin besar dengan in 25,5 mm dan ex 24,5 mm. Durasi bukaan klep dibuat lama, pada klep in membuka 37 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan ex menutup di 62 setelah TMB (Titik Mati Bawah). Sedangkan klep buang membuka 60 derajat sebelum TMB dan tutup 38 derajat setelah TMA.

Berikutnya pada sektor pengapian agar didapat api yang stabil, bagian magnet terapkan milik dari Yamaha YZ-125 dengan disertai balancer seberat 450 gram. Untuk hasilkan pengapiannya aplikasi CDI BRT alias Bintang Racing Team tipe Mextronik, dan patokkan limiter nya 14.300 rpm serta ukuran maping di angka 34.

Selanjutnya biar tarikan kopling lebih mudah atau empuk, Ade pasangkan per kopling Suzuki Smash karena dirasa ampuh dan mudah ditekan. “Tinggal mainkan power mesinnya dengan kombinasi rasio gir pada Gigi 1 (13/33), Gigi 2 (18/31), Gigi 3 (21/29), Gigi 4 (20/23). Dan untuk karburatornya dari PWK Sudco 28 mm, dengan ukuran main jet 125 dan pilot jet 45,” sebut mekanik yang akrab di sapa Ende Junior ini.

Karburator PWK Sudco 28 mm

Penulis : Obeth | Foto : Obeth

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.