Sirkuit Dewis Viral, Ide Gila Kepala Desa Sukabakti Garut

0
7213
sirkuit Dewis sukabakti, Tarogong kidul Garut
sss

OtomotifZone.com – Garut. Berawal keresahan akan maraknya balap liar jalanan kaum millenial kota Garut dan sekitarnya, membuat seorang kepala Desa tergerak hatinya untuk memberi wadah untuk mereka dengan membuat sirkuit permanen untuk ajang unjuk gigi anak muda yang haus eksistensi diri.

Dengan tekad kuat dan ide gilanya, Iwan Sumardi setelah bermusyawarah dengan warga desa Sukabakti, kecamatan Tarogong Kidul kabupaten Garut menggunakan lahan desa dan menyulapnya menjadi sirkuit permanen yang berada dikaki gunung Papandayan, butuh 1 tahun proses pengerjaan membuat wahana berekspresi kaum muda dilahan lebih kurang 1,5 hektar lebih.

Sirkuit yang mulai dibangun sejak 2018 dan rampung diawal 2019 ini mempunyai track sepanjang kurang lebih 600 meter dengan variasi lebar sirkuit 4-5 meter ini memang manjadi tempat ideal untuk memboyong anak muda balap liar dijalan, itu dulu point penting yang dikedepankan, meminimalisir angka kecelakaan dijalan raya akibat balap liar menjadi tujuan utama dan solusi tepat sang kades.

Sirkuit Dewis
Suasana latihan bersama

Blue print ide cemerlang memang layak diacungi jempol untuk kades 2 periode yang dipilih lebih dari 3000 warganya yg terbagi dalam beberapa RW ini, sirkuit ini kedepannya akan menjadi desa wisata, perpaduan konsep go green, agrowisata dan motorsport menjadi tujuan utamanya, makanya sirkuit yang sempat viral minggu kemaren akibat baku pukulnya pembalap dan crew saat latihan ini diberi nama sirkuit Dewis atau sirkuit Dewa Wisata.

Setelah vital disocial media, OZ sengaja mendatangi lokasi yang berada ditengah persawahan dan perbukitan di Tarogong Kidul kabupaten Garut, diantar oleh mantan pembalap Grasstrack Jabar asal Garut Buggy Albaastith dan perwakilan korwil Kab, Garut menemui pengelola sirkuit, dan benar saat penulis datang, sirkuit sudah mulai ada kegiatan latihan bebas yang didominasi motor matic dan 2 tak ini terasa hangat ditengah pandemi.

Sirkuit Dewis
Pengelola sirkuit Dewis dan Korwil IMI Kabupaten Garut

“Hadirnya sirkuit ini karena keinginan kuat bapak sebagai kepala desa disini untuk memberi wadah kepada anak muda untuk memberi lahan untuk latihan, agar tidak kebut-kebutan liar dijalan raya, disamping membuat resah masyarakat, juga membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan raya lainnya”, papar Wildan Ramadhan, putra kepala Desa Sukabakti, diiyakan Egi Ginanjar, yang dipercaya untuk mengurus kegiatan latihan disirkuit Dewis.

Hal positif juga diucapkan Buggy sebagai warna Garut dan juga atlit yang aktif juga di korwil IMI kabupaten Garut, “positif sekali sih om, sekarang balap liar dijalanan terlihat hampir tidak ada, kalau adapun mungkin bukan warga asli Garut, karena pa Kades ini memang bikin sirkuit ini untuk memberi lahan anak muda latihan”, diamini Tommy Yahya.

OtomotifZone melihat sendiri proses latihan sirkuit Dewis, bangunan paddock sudah cukup layak untuk dijadikan tempat para pembalap dan mekanik mempersiapkan motornya, sementara disebelah kiri paddock sedang dibangun mushola dan MCK, dan diujung track keluar R2 hingga R3 sudah terdapat pondasi untuk tribun penonton, jika wabah corona tidak menyerang dunia, fasilitas sirkuit ini sudah representatif untuk dilakukan kegiatan, karena jika ada promotor yang berani membuat event, sirkuit ini layak untuk gelaran MiniGP lho.

Sirkuit Dewis
Iwan Sumardi, kepala Desa Sukabakti, kecamatan Tarogong Kidul, Garut

Sebelum OZ menyudahi kunjungan, sang kades pun muncul dan melihat para anak muda sedang latihan, tanpa buang waktu, penulis menghampiri dan sempat berbincang-bincang sejenak tentang sirkuit ini, bak aliran air kali Cimanuk yang membelah kota Garut, Iwan Sumardi dengan semangat 45 bercerita asal muasal sirkuit ini akhirnya terwujud, “dulu anak saya pembalap dan sering latihan di sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya, terus saya sangat miris melihat anak muda ko melakukan kegiatan yang sangat membahayakan diri dan pengguna jalan lain kebut-kebutan dijalan, ya udah berangkat dari situ, saya selaku kepala desa memutuskan untuk membuatkan lahan sirkuit untuk anak muda. kami rapat dengan RW, RT dan warga, kebetulan ada tanah desa, bisa dimanfaatkan untuk kegiatan integral dari sebuah program desa, dimana kami akan membuat desa wisata disini, sirkuit menjadi daya tarik utama dulu agak lebih cepat terkenal, memang masih banyak kekurangan, tapi bertahaplah, karena kami lewat dana desa membuat sirkuit ini, sekarang dalam kondisi covid-19, dana desa sementara digunakan pemerintah untuk penanganan ini, insha Allah kedepannya, ekowisata alam juga akan kami bangun, mohon doanya aja semoga sirkuit ini bermanfaat untuk anak muda, karena saya melihat setelah ada sirkuit ini, saya tidak melihat lagi kebut-kebutan dijalan raya “.

Lahirnya sirkuit ini selain karena kepedulian sang kades, juga karena menjalankan mimpi dan janji bupati Garut, meski hingga sirkuit ini selesai tidak ada realisasinya, anggap sirkuit ini sebagai penerus janji sang pejabat, anak muda sudah dikasih sirkuit juga anteng dengan kesibukannya, jika terjadi perselisihan karena memang dalam pelaksanaan dilapangan butuh arahan dan bimbingan.

Sirkuit Dewis Sukabakti Garut, menjadi oase kaum milenial kota dodol.

Penulis : Edi Batrawan | photo : OZ

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.