Trial Game Dirt Seri 1: Tak Gentar Serangan Corona

0
174
sss

OtomotifZone.com – Mojokerto. Serangan virus Corona Covid-19 diberbagai belahan dunia membuat orang ketakutan. Bahkan beberapa agenda balap harus dibatalkan untuk mencegah terjangkitnya wabah mematikan yang belum ditemukan penangkalnya tersebut.

Namun hal ini tidak berpengaruh pada gelaran Trial Game Dirt, dimana seri 1 kemarin sukses dihelat di Sirkuit Lapangan Surodinawan, Mojokerto, Jumat-Sabtu (13-14/3).

Ir. Jim Sudaryanto, Genta Auto Sport (GAS) sekaligus pimpinan lomba

Ir. Jim Sudaryanto, perwakilan Genta Auto Sport (GAS) sebagai penyelenggara event yang juga merangkap pimpinan lomba saat ditemui Otomotifzone menyatakan cukup puas dan lega dengan digelarnya seri 1.

“Kami sempat khawatir jadwal seri 1 akan diundur karena virus Corona yang sudah masuk dibeberapa kota di Indonesia. Syukurlah semua berjalan lancar sesuai rencana,” leganya.

Duel sengit peserta menjadi tontonan menarik Trial Game Dirt

“Selanjutnya untuk gelaran Tril Game Dirt seri 2 kemungkinan akan diundur sambil melihat perkembangan virus Corona sampai keadaan benar-benar aman dan kondusif,” lanjut Jim.

Saat disinggung tentang perubahan kompetisi atau regulasi baru di ajang Trial Game Dirt 2020, Jim Sudaryanto menjelaskan, “Ada beberapa Regulasi baru di Trila Game Dirt 2020, yaitu layout sirkuit berbeda. Jika seri-seri sebelumnya setiap peserta start dan finis sesuai linenya, di regulasi baru ini kami ubah start dan finis setiap peserta di line yang berbeda. Sedangkan untuk Juara Umum total seri saat ini ada 2, yaitu kelas umum FFA dan kelas Campuran Open. Tujuannya agar pembalap bisa konsentrasi di masing-masing kejuaraan. Pembalap yang hanya punya motor modifikasi, diharapkan bisa ikut kelas Campuran Open. Sehingga lebih banyak peserta yang ikut,” paparnya.

Selain adu skill dan kecepatan, M Zulmi (17) sebagai 76Rider juga menyuguhkan aksi Freestyle saat melibas Table Top

“Syarat utama untuk menjadi juara umum di dua kelas tersebut adalah dari total point dan harus ikut 5 seri sesuai jadwal. Jika ada satu peserta dengan total point tertinggi namun hanya mengikuti 4 seri (kurang 1 seri) maka dinyatakan hangus,” imbuh Jim Sudaryanto.

Duo 76 Rider (ki-ka), Agha Riansyah (89) dan M Zulmi (17)

Hal ini disambut baik dan diamini peserta, tak terkecuali 76Rider, Agha Riansyah (89) dan M Zulmi (17). “Dengan regulasi baru ini, pemisahan juara umum Campuran Open dan FFA membuat peluang setiap peserta untuk menjadi juara umum sangat lebar dan tentunya persaingan jadi lebih kompetitif,” Kompak duo 76 Rider.

Asep Lukman sebagai Juara Umum FFA di seri 1 berbekal tampil konsisten.

Penulis: Hendra Sonie | Foto: HS

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.