Valentino Rossi Buka-Bukaan Soal Ritual Wajib Sebelum Balap Dan Masa Depan Karirnya

0
4383
sss

OtomotifZone.com – Jakarta. Siapa sih yang gak kenal dengan sosok gaek satu ini dan menjadi magnet dalam ajang balap MotoGP.

Pastinya sangat akrab sekali jika mendengar julukan The Doctor yang tentunya mengarah pada Valentino Rossi, sosok yang bakal menjadi legenda dalam balapan di kelasnya para raja balap dunia.

Sebagai pembalap yang menjadi ‘ruh’ MotoGP, Valentino Rossi tidak hanya memiliki segudang prestasi sejak awal mula dalam merintis karirnya di ajang GranPrix untuk kelas 125 cc, kemudian di kelas 250 cc dan sampai 500 cc (hingga sekarang menjadi MotoGP).

Torehan prestasinya dengan mengoleksi sebanyak sembilan gelar juara dunia, dan tujuh di antaranya diraih di ajang MotoGP.

Yang paling unik pada diri rider nyentrik dan terkesan rada nyeleneh ini adalah di soal adanya ‘ritual’ khusus bagi pembalap asal Urbino, Italia, ini sesaat jelang balapan berlangsung.

“Sebelum race di mulai saya biasanya menghabiskan waktu sekitar 40 menit untuk berduaan dengan motor, dan saya akan berbicara dengannya seperti kami tengah melakukan kencan,” ujar pembalap dengan angka keramat 46 ini.

Selain itu saat diwawancarai dengan media RAI, Rossi mengaku bahwa ia masih menyimpan semua motor Yamaha yang telah mengantarkannya menjadi juara dunia.

Di tahun 2019 ini Valentino Rossi sudah berkiprah di balapan MotoGP selama dua dekade dan usianya sekarang akan memasuki umur 40 tahun pada bulan depan.

Melihat itu semua banyak pula yang bertanya tentang masa depannya, terlebih hingga sampai usia berapakah dirinya ini akan pensiun?

“Saya akan tepat berumur 40 tahun pada tanggal 16 Februari nanti. Harusnya ini tidak perlu saya bilang, tapi sejak awal saya tidak berpikir akan bisa membalap selama itu,” ujarnya.

“Tapi saya tidak pernah bertanya kepada diri saya apakah saya bisa membalap sampai umur 40 tahun nanti, karena saya selalu bermimpi untuk tetap bisa menjadi pembalap motor,” sambung Rossi.

Lebih lanjut Rossi juga mengungkapkan jika mungkin ada yang bakal melakukannya juga di masa depan, tapi yang penting adalah semua kompetisi nanti tetap berjalan kompetitif.

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.