Wakap Championship Grasstrack dan Minimoto 2020 Tasikmalaya : Event Perdana Yang Sukses Jadi Hiburan Rakyat

0
105
sss

OtomotifZone.com – Tasikmalaya. Bukan rahasia umum lagi jika ajang balap garuk tanah alias grasstrack memang sudah lama di kenal luas sebagai balapan yang jadi hiburan bagi rakyat. Dan karena itulah grasstrack identik dengan sebutan balapan rakyat. Makanya gelaran balap tanah ini lebih sering di adakan di desa-desa yang berada di berbagai daerah mana pun, meski hingga daerah dengan kawasan bukit dan pegunungan.

Seperti terlihat pada event bertajuk Wakap Championship Grasstrack dan Minimoto 2020, di sirkuit Bukit Sicareuh, Desa Wakap, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, (11-12/1) kemarin. Pada gelaran yang berlangsung di daerah perbukitan ini lokasinya memang berada persis di sekeliling bukit dan tentu dengan jarak serta akses yang lumayan jauh dari jalan raya. Namun hal itu bukan halangan bagi para pembalap untuk hadir dan meramaikan gelaran kali ini.

Sebanyak 205 starter turut berpacu mengitari lintasan dengan panjang sekitar 800 meter ini dan secara kompetitif incar hadiah di tiap kelas serta untuk merebut titel bagi juara umum. Menariknya lagi, di ajang balapan ini adalah gelaran perdana di adakan dengan tujuan untuk wadah dan sarana bagi bibit muda potensial khususnya lokal pembalap Tasikmalaya dan hiburan bagi masyarakat Desa Wakap yang memang baru pertama kali ini membuat event balap grasstrack.

“Ini bisa jadi contoh dan awal untuk kedepannya supaya bisa lebih mengenalkan balapan grasstrack pada masyarakat desa yang ada di pelosok sekalipun. Tentunya dengan banyak dukungan semua pihak, agar kelak bisa di adakan lagi dan sirkuit ini pun dapat jadi sarana untuk kembali menggelar kejuaraan grasstrack selanjutnya,” ungkap Iwan Herdiawan, mewakili penyelenggara.

Perhatian lebih dan besar juga diperlihatkan oleh dua sosok dibalik event ini. “Kami pun berharap dengan di gelarnya balap grasstrack ini nanti bisa turut melahirkan pembalap muda yang punya bakat bagus untuk bisa jadi aset dan juga kebanggaan Jabar serta Tasikmalaya. Selain itu bisa mengenal lebih luas lagi Desa Wakap ini punya sirkuit grasstrack yang dapat jadi acuan dalam setiap eventnya,” kompak Haris Somantri, DPRD Kabupaten Tasikmalaya dan Ali Rasyid, M.Sos, DPRD Propinsi Jabar yang support ajang kali ini.

Secara spesifik melihat lahan bukit yang lantas di ubah sebagian menjadi trek balapan tanah, tentunya dengan tekad besar dari penyelenggara Desa Wakap ini demi diadakannya event grasstrack. Dan itu pula yang membuat ajang ini jadi tantangan bagi para pembalap serta mekanik untuk taklukkan lintasan tanah sedikit berlumpur ketika terkena guyuran hujan satu hari sebelum diadakannya sesi latihan dan juga race.

Hiburan
Tonny Adityawarman dan Ratno Timur, Juri Lomba IMI Jabar

“Kita harus pandai dan jeli selepas start mencari jalur yang bagus agar tidak terjebak lumpurnya yang membuat laju motor tersendat. Setingan pada karbu dan tekanan angin juga harus diperhatikan serta daya redaman sok depan dan belakang ikut disesuaikan dengan trek ini,” sebut Asep PKM pembalap peraih gelar juara umum dan Rian Herdiana alias Tukul, mekanik beken garuk tanah Jabar asal dari Tasikmalaya.

“Dari segi layout untuk karakter grasstrack lumayan bagus karena melihat kontur lahan dan tanah khas perbukitan. Penjangnya juga sudah cukup, tinggal nanti jika akan di adakan kembali di sini perlu ditambahkan panjangnya lagi dari start ke tikungan pertama. Dan yang jelas event ini sukses menjadi hiburan rakyat,” kata Tonny Adityawarman dan Ratno Timur, juri lomba dari Pengprov IMI Jabar.

Penulis : Obeth | Foto : Obeth

Imola Syndrome