Yamaha 125z Fasttech Jogja, Motor Dan Proyek Impian

0
1583
sss

OtomotifZone.com-Jogja. Sudah jelas kelas Underbone berkapasitas 125cc dua tahun belakangan ini menjadi kelas istimewa baik event besar maupun event daerah. Hal ini menggugah keinginan Slamet Suroto dan Mithyanto yang pada era 2000-an dulu kala yang keduanya juga berkecimpung di Underbone 2T dan ikut peta persaingan. Saat itu menangani Arya Dwi Mahendra bersama Sri “Gandhoel” Hartanto di GRM.

Ilmu dan teknik dasar mengencangkan bebek 2T masih tersimpan walau saat itu 110c. Kemajuan riset dari beberapa motor saat ini ikut di perhatikan juga. Dan akhirnya tangan yang sudah gatal pengen nimbrung masuk pada race khusus Underbone 2T terlaksa. Sasaran yang di tuju ada di balap bergengsi Indoclub. Disana selain hadiah besar juga sengit perlawanannya.

Memakai duet Willy Hammer dan Syahrul Amin sebagai joki. Tapi OZ kali ini akan mengulas paket 125z milik Willy. Alasannya khusus dan settingannya istimewa buat joki gempal tapi lincah macam Willy. Apa ramuan Mas Antok?

Yamaha 125Z ini ternyata spek lawas tahun 1998. Ulas dari atas kebawah lalu kebelakang ya. Karbu pakai  jenis Mikuni 28, di isi pilot je 25 dan Main Jet  260, membran V-force. Masuk ke perut pemukul power Antok Pakai piston ART 54mm declearance 0,7. Kepala silinder salah satu jurus korek yang sejak dulu merupakan part yang harus di modif sesuai racikan Antok. Volume head 10,8 dan sudut squish 14⁰ dengan lebar bibir 7mm.

Daleman sayangnya nggak bisa di bongkar. Waktu mepet…

Dinding silinder juga pastinya buat ramuan sendiri. Jalur keluar ke pembuangan lebar dibuat 42mm dan tingginya pun dibuat jadi 25,8. Pusing kan lu nggak liat langsung.. Penting ini ramuan Antok Fastech. Rasio juga ikut di jelaskan disini. Gearbox Yamaha 125z Willy di setting 15/30, 21/31, 20/25, 22/24, 23/23, 27/25. Pengapian di percayakan memakai CDI motocross merk Vortex. Dan terakhir dari bagian permesinan yaitu part gas buang mempercayakan knalpot buatan Jogja yaitu SMR Muffler.

Itu settingan Underbone 125cc Willy suka tipikal basah atau kering?Kan pembalap kadang ada yang minta di set basah yang bikin power awal nggak terlalu liar plus di obok-obok dulu mukul di putaran atas. Atau juga pilih kering yang langsung gercep. “Kita tetep cari hasil pembakaran yang ideal mas. Jadi Gak basah dan gak kering juga,” ungkap Antok yang tetap dengan pembawaan kalem.

Team Underbone 2T Fasttech Jogja.

 Apakah sama dengan milik Syahrul?? “Beda, karena cara balap mereka berbeda jadi hasil settingannya beda. Cuma selisihnya nggak banyak,” bilang Antok kepada OZ. Banyak ya kalau memakai dua pembalap berbeda karakter, mantab mekaniknya karena motor keduanya sanggup berkitir maksimal ke podium.

Data Modif :

Karbu : Mikuni 28 PJ 25 MJ 260

Membran : V-force

CDI : Vortex

Knalpot : SMR Muffler Jogja

Final gir 13/48

Ban depan : Pirelli 90/80

Ban belakan : Pirelli 100/80

Velk : Daiichi 160/185

FASTTECH jogja

Jl. LetkoL Subandri

Dusun Kantongan Kulon RT 04 RW 12

Triharjo, Sleman, Yogyalarta 55514

Tuner : Antok fasttech (Mitayantho Sp) 08157924787

Penulis : Hafid | Foto : Hafid

Imola Syndrome