Yamaha Mio 2006 Sumedang : Riset Lima Bulan, Virus Covid-19 Acak-Acak Kelas Matik FFA di Grasstrack Tasikmalaya

0
395
Fitra NY
Fitra NY
sss

OtomotifZone.com – Sumedang. Virus Covid-19 mengacak-acak di kelas Matik FFA saat event Competition Grasstrack 2020, di Tasikmalaya, Jawa Barat, akhir pekan kemarin (15-16/08).

Eits, jangan salah kira dulu karena yang dimaksud dengan virus satu ini bukan nama lain dari wabah korona yang tengah jadi pandemi, tapi julukan Yamaha Mio pacuan Fitra NY dari tim Ralis Barista MTMX NSS MDLDB DP27 Dumbreng.

Bertarung di kelas Free For All motor lansiran 2006 yang telah di ubah dengan tambahkan rantai sebagai penggerak roda belakang ini sukses meraih juara pertama di kelas bergengsi tersebut berhasilmelewati Aris Garayam, Agie Rafbond, Wanji AR dan Deden KC.

Karbu aplikasi PWK 28 dipadu power mesin besar
Karbu aplikasi PWK 28 dipadu power mesin besar

Biar gak penasaran, kita ulas yuk korekan mesin kreasi Bazank selaku pemilik motor sekaligus mekanik tim MTMX asal Sumedang ini!

Menambah power mesin, matik berkelir biru ini di jejali piston Honda Sonic dengan ukuran 58 mm dan lantas di beri gap antara jarak piston ke bibir mesin 0,5 mm sehingga kompresi pun jadi naik 12,5:1.

Kemudian durasi bukaan kem dan tutup kem diatur ulang dengan ukuran 285 derajat, kem in membuka di 30 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan kem ex menutup di 60 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah). Lalu untuk klep buang di 60 derajat sebelum TMB dan tutup 31 derajat setelah TMA. Lift kem di patok di angka 9,5 mm.

Knalpot pasang dari produk OX2 Excellent Exhaust
Knalpot pasang dari produk OX2 Excellent Exhaust

Pada bagian head silinder lubang intake diameter ukurannya di angka 30 mm dan lubang exhaust di angka 25 mm. Menurut Bazank, ukuran segitu dianggap aman untuk bisa bertarung di kelas FFA dengan power mesin yang besar.

Sistem pengabut bahan bakar alias karburator pakai dari produk PWK ukuran 28 dan untuk spuyer diberi kombinasi pilot jet 30 dan main jet 110. Knalpot dipasangkan dari produk OX2 Excellent Exhaust yang membuat tarikkan matik ini jadi makin gahar suaranya dan juga kencang.

“Soal penerapann sistem CVT ke perangkat rantai untuk penggerak roda belakang gak sulit, cuma di perbandingan akhirnya yaitu dalam menentukan gir depan sama belakang karena kalau kegedean, power mesin bawah enak tapi tengah ke atas agak berat. Motor ini saya riset selama 5 bulan sebelum Corona. Pas jadi, diberi nama Virus Covid-19,” sebut Muhammad Indri nama asli Bazank.

Penulis : Obeth | Foto : Istimewa

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.