Yamaha Mio Mardisong, Selesai Pas Lebaran

0
3599
sss

OtomotifZone.com-Kebumen. Ya itulah yang di inginkan seorang Mardiyanto Gosong atau lebih tenar dengan Mardisong. Orang mengenalnya nama itu dan dia adalah seorang MC yang kenyang malang melintang di jalur balap tanah grasstrack maupun motocross. Modifikasi diluar kebiasaanya sebagai Adventure maupun MC lapangan. Tetap berpegang teguh modifnya secara umum mengarah ke jadulisasi namun bikin penasaran dan bukan main stream. Inilah modifikasinya, Yamaha Mio..

“Gimana, masih mainstream modifikasiku? Beda dong sama yang sudah ada,” ucap Mardisong yang awalnya seperti bertanya eh malah di jawab sendiri hehehe.. Sepintas mirip Honda C70 ya. Eh tunggu dulu bro. Itu bukan Honda tapi Suzuki FR rakitan 1980. Terlalu..

Konsep yang rumit buat menggabungkan mesin Yamaha Mio ke rangka Suzuki FR. Kesulitannya ya bagaimana bikin posisi ideal pas stabil dan nyaman saat di kendarai. Mardisong mengupayakan sebulan harus jadi. Dimulai dengan membagi-bagi pekerjaan tentu untuk mengurus misi “Stek Body”.

Transformer Mio ke FR harus mengikutkan akarnya. Yaitu penyangga mesin bawaan mesin biar kukuh dan kuat serta nggak pusing-pusing bikin ukuran. Tinggal penggabungan. “Mempresisikan body saya serahkan di bengkel kawan langganan bikin rangka trail. Mereka yang lebih paham ukuran. Karena pekerjaan ramai saya menyuruhnya membuat titik penguat saja disetiap sambungan rangka. Lalu saya serahkan ke bengkel las biasa biar di kerjakan menurut sambungan yang sudah di titik.” ujar Mardi yang sudah disibukkan acara Adventure Klaten sehabis lebaran.

“Pengelasan paling utama, harus rapi dan pas untuk berjalan. Makanya selama 3 hari full saya tunggu ditempat ngurusi pengelasan rangka ini.” tega Mardi kepada si tukang las yang harus fokus untuk motornya. Untung cuma tukang las rujukan yang tinggal meneruskan formasi penyambungan. Termasuk shock belakang nantinya dibuat double. Arm milik Yamaha Nouvo yang di kaitkan rangka sudah di jelaskan. Dinilai selesai giliran peremajaan warna. Pilihan putih sudah direncanakan, makanya langsung saja pilihan putih mutiara biar kental warnanya termasuk mesin.

Konstruksi ribet menyesuaikan bagian mesin.
Konstruksi ribet menyesuaikan bagian mesin.

Ada alasan kenapa shock depan nggak dirubah dan dibiarkan bawaan asli motor. “Yang bikin terlihat kalem , dari depan sangkanya biasa. Lha dari samping baru tau dia.” kekeh Mardisong yang membiarkan shock depan ayun jadul tapi bercakram. “Di rem tetap ngangkat-ngangkat kaya aslinya motor,” tawanya yang aplikasi cakram GL-Pro.

Mio Suzuki FR Pitung Mardisong (3)

Asesoris penggagahan di sekitar kaki-kaki. Ban depan-belakang ukuran 70/90-17 di velg Willwood emas pilihan terbesar karena hampir mentok mesin to ya. Shock belakang tabung bawaan Yamaha RZR berhasil terpasang.

ini paling bikin pusing, menyesuaikan jarak sumbu roda dan Shock belakang.
ini paling bikin pusing, menyesuaikan jarak sumbu roda dan Shock belakang.

Yang terpasang dari C70 Cuma Jok dan Knalpot. “Leher knalpot bawaan Mio, sedangkan footstep saya ambil milik SE.” kata Mardi yang bagian kemudi diberi stang berikut speedometer Honda CS1. Misi gaya sebelum lebaran akhirnya selesai tepat waktu. Biar yang mudik terheran-heran..

Mio Suzuki FR Pitung Mardisong (6)

Data Modif :

Rangka : Suzuki FR

Cakram dpn : GL-Pro

Stang : Honda CS1

Shock blkg : Yamaha RZR

Velg : Willwood 140-17

 

Penulis : Hafid | Foto : Hafid

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.