ZAHIR ALI : Ketika Sang Maestro Bicara

2329
Zahir Ali pegokart Senior Indonesia
sss
Zahir Ali pegokart Senior Indonesia
Zahir Ali pegokart Senior Indonesia

OtomotifZone.com-Jakarta. Dunia gokart Indonesia pernah memiliki seorang maestro yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa di era 90 an. Sepak terjang pegokart ini merupakan momok menakutkan bagi rival-rivalnya di dalam dan luar negeri. Raihan prestasinya di ajang balap gokart mungkin belum ada yang mampu menyamainya. Lalu siapakah pegokart yang pernah menjadi kebanggaan bangsa itu? Yup! Zahir Ali adalah jawabannya.
Sempat merambah dunia balap formula dan berhasil menjadi juara Formula BMW pada tahun 2007. Ajang A1 GP pun sempat disambanginya dengan berhasil membuat torehan-torehan membanggakan pada periode 2009, sebelum akhirnya memutuskan break dari dunia balap setelah melanglang buana demi kebanggaan merah putih.
Dua tahun gantung steer tak membuat lajang kelahiran 25 Agustus 1987 lantas melupakan olahraga gokart. Predikat barunya sebagai pengusaha muda dibidang property ini tak mampu menahan hasratnya untuk kembali ke lintasan kecepatan. Dan akhirnya pada tahun 2011 Zahir Ali memutuskan come back ke arena yang pernah membesarkan namanya itu.
“ Bagi saya gokart adalah tantangan, karena setiap sesi yang kita lalui baik saat latihan atau balapan memang benar-benar berisi tantangan. Sangat berbeda dengan balap formula yang lebih banyak menunggunya ketimbang balapannya,” Ujar pegokart murah senyum ini.
Ketika diminta tanggapannya mengenai pegokart-pegokart Indonesia saat ini, Zahir mengungkapkan bahwa pegokart masa kini memiliki prestasi yang mengagumkan khususnya untuk daratan Asia. Namun ada beberapa hal yang menurutnya perlu diperbaiki yaitu standarisasi para pegokart khususnya dibidang pengenalan teknis.
“ Seharusnya seorang pegokart tak hanya mengerti balapan, pengenalan segi teknis mutlak dibutuhkan, analisis data pun harus disesuaikan dengan cara mengendalikan gokart, sebagai contoh tentang bagaimana mengelola tekanan angin ban agar selalu optimal. Semua itu menjadi tanggung jawab pegokart di lintasan, intinya pegokart harus mengerti set up apa yang dibutuhkan berdasarkan situasi dan kondisi di lapangan jadi tidak hanya seratus persen mengandalkan mekanik” terang Zahir Ali penuh semangat.

New RC3 Products
Zahir Ali bercanda dengan pembalap Indonesia lainnya
Zahir Ali bercanda dengan pembalap Indonesia lainnya

Kemampuan adaptasi terhadap sirkuit-sirkuit yang baru didatangi para pegokart pun menjadi hal penting. Seringkali akibat keterbatasan waktu mengakibatkan pegokart tak mendapatkan waktu ideal untuk berlatih. Lambatnya pemahaman dalam mengatasi tikungan-tikungan dengan titik pengereman dan titik akselerasi yang tepat kerap kali menjadi batu sandungan para pegokart untuk berperan maksimal dalam satu kejuaraan.
“ Skill dan kemampuan pegokart dalam negeri memang boleh dibilang baik. Buktinya mereka mampu berprestasi di kancah asia, namun bagi saya pribadi, sampai saat ini belum ada pegokart lokal yang memiliki bakat spektakuler seperti Rio Haryanto,” Jelas Zahir kembali.
Memasuki musim balap tahun ini, Zahir Ali berharap semoga geliat olahraga gokart di tanah air semakin meriah dengan terlaksananya kejuaraan-kejuaraan dalam negeri yang semakin berkualitas. Peranan para orangtua pun sebaiknya hanya sebatas pendamping diluar lintasan dan tidak terprovokasi oleh apa yang menjadi tanggung jawab pegokart.
“ Balapan itu sama saja dengan kita belajar untuk hidup. Mampu bertahan, melihat dengan cermat setiap kesempatan dan peluang demi satu tujuan yaitu kemenangan. Disaat kita gagal bukan berarti tak akan pernah meraih keberhasilan. Jangan sombong disaat kita menang dan jangan minder manakala kita kalah. Terus berlatih dan berlatih hingga suatu saat kita akan memahami apa hasil yang kita peroleh dari hasil kita tekun berlatih,” paparnya penuh keyakinan.
Seperti kata pepatah, tak ada istilah batasan untuk tetap belajar. Usia yang tak lagi muda bukan halangan untuk tetap berkiprah. Kesuksesan yang telah diraih bukan berarti waktu untuk berpuas diri. Gagal adalah saat kita untuk mencoba lagi, dan anggaplah kemenangan itu sebagai motivasi kita untuk tetap berlatih. Barangkali itulah gambaran yang tepat untuk seorang Zahir Ali.
Penulis: @bravo-romeo |Photo : Edi Batrawan